“INDONESIA KU SAYANG” atau “INDONESIA KU MALANG”?
Mungkin
judul diatas terdengar provokatif bagi telinga kita, tapi fakta di lapangan sepertinya memang demikian.
Bukan ingin menghujat fakta atau apa pun itu namanya, tapi yang pasti
kita harus segera menyadari hal ini.
Mari
kita sejenak melupakan segenap rutinitas yang membelenggu kita untuk berfikir
tentang sebuah negeri dimana kita dilahirkan dan dibesarkan. Ya, sebuah negeri
yang bernama Indonesia. Sebuah negeri yang terdiri dari ribuan pulau-pulai yang
membentang diatas garis khatulistiwa. Sebuah bangsa yang terkenal dimata dunia
dengan keindahan alam dan keanekaragaman
budaya. Sebuah Negara yang terkenal dengan keramahan adat timurnya dan
kehalusan perangainya. Saya rasa tiadak berlebihan bila saya menyatakan
demikian. Anda pun pasti setuju dengan apa yang saya utarakan tadi. Tapi
pertanyaanya, apakah memang demikian adanya keadaan sebuah negeri yang bernama
Indonesia ini? Mumpung masih dalam rangka semangat hari pahlawaan yang jatuh
pada tanggal 10 november kemarin, saya rasa tidak ada salahnya kalau kita
sejenak saja menyediakan waktu untuk bercermin tentang diri kita sebagai bagian
dari negeri besar bernama Indonesia ini.
Sudah bukan
merupakan rahasia umum lagi kalau Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnyanya
yang melimpah ruah, selain itu secara demografis,jumlah penduduk yang banyak
pun merupakan sebuah modal yang sangat berguna bagi kemajuan bangsa ini. sudah
barang tentu dengan keunggulan tadi masyarkat negeri ini dapat hidup dalam
kesejahteraan disbanding bangsa lain, namun faktanya tidak demikian. Justru
dengan jumlah penduduknya yang berlimpah malah banyak menimbulkan masalah.

